Sabtu, 15 Desember 2012

Penulisan Allah yang Benar

Bagaimana Penulisan Allah yang Benar?

Tanya:

Assalamu’alaikum wr. wb.
Kita sering menemui tulisan Allah dan Alloh.
Saya ingin bertanya, bagaimanakah
penulisan yang lebih benar dalam Islam?
Allah atau Alloh?


Jawab:

Wa’alaikumussalam wr. wb.
Ini lebih merupakan persoalan bahasa
(persoalan transliterasi, yaitu penyalinan
dengan penggantian huruf dari abjad yang
satu ke abjad yang lain), dalam hal ini dari
abjad Arab ke abjad Indonesia. Kalaupun
kita mengatakan penulisan “Allah” lebih
benar daripada “Alloh”, benar di situ lebih
berarti benar menurut bahasa. Berikut ini
penjelasannya.
Bahasa Arab hanya mengenal vokal a, i, dan
u, berbeda dengan Bahasa Indonesia yang
mengenal a, i, u, e, dan o. Bunyi /a/ dalam
Bahasa Arab dilambangkan dengan fathah,
bunyi /i/ dilambangkan dengan kasrah, dan
bunyi /u/ dilambangkan dengan dhammah.
Dari situ, kata-kata yang terdengar seolah-
olah berbunyi /o/ dalam Bahasa Arab,
sebenarnya dia bukan murni atau persis
berbunyi /o/. Kata ﺍﻟﻠﻪ, misalnya. Bunyi /o/
yang terkesan terdengar ketika kita
mengucapkan kata itu, aslinya adalah
bunyi /a/. Tandanya pun fathah, hanya saja
fathah-nya lebih panjang dari fathah biasa.
Munculnya bunyi yang terdengar seperti /o/
itu lebih dipengaruhi oleh karena
pertemuan dua huruf lâm yang dibaca tebal.
Dari situ, maka ketika kita hendak
menyalinnya ke dalam Bahasa Indonesia,
tanda fathah itu tetap dipertahankan,
sehingga penulisannya menjadi Allah, bukan
Alloh.
Contoh lain, bunyi /o/ yang tampak seolah
terdengar ketika kita melafalkan kata ﺭَﺑَّﻨَﺎ,
pada asalnya adalah bunyi /a/. Kita lihat di
situ, tandanya pun fathah di atas huruf râ’.
Maka ketika kita hendak menyalin kata itu ke
abjad Indonesia, tulisannya menjadi
rabbanâ, bukan robbanâ. Bunyi /o/ yang
terdengar ketika kita melafalkan huruf râ’,
itu lebih dipengaruhi oleh tempat keluar
huruf itu.
Demikian, wallahu a’lam.